Nilai Tukar Rupiah

Update Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 12 Januari 2026

Update Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 12 Januari 2026
Update Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 12 Januari 2026

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan bergerak fluktuatif pada hari ini, Senin, 12 Januari 2025, dengan potensi penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data dari Bloomberg, pada perdagangan Jum'at, 9 Januari 2026 rupiah ditutup melemah 0,13% menjadi Rp16.819 per dolar AS. Dalam periode yang sama, indeks dolar AS menguat sebesar 0,08% menjadi 99,01.

Mata Uang Lain Juga Ikut Melemah, Dolar AS Terus Menguat

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya turut mengalami pelemahan. Misalnya, yen Jepang yang melemah 0,39%, dolar Hong Kong yang turun 0,04%, serta dolar Singapura dan dolar Taiwan yang masing-masing melemah 0,14% dan 0,10%. Peso Filipina dan rupee India juga tercatat mengalami penurunan, yakni masing-masing sebesar 0,11% dan 0,20%. Namun, mata uang yang terpantau menguat adalah yuan China yang naik tipis sebesar 0,04% dan baht Thailand yang menguat 0,25%.

Sentimen Global: Pelonggaran Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Geopolitik

Sejumlah faktor eksternal menjadi pendorong pergerakan nilai tukar rupiah pada pekan ini. Salah satunya adalah kepastian mengenai pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed). Gubernur The Fed, Stephen Miran, mengindikasikan bahwa meskipun aktivitas bisnis AS tetap solid, suku bunga yang lebih rendah masih diperlukan. Hal ini berkontradiksi dengan pernyataan Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, yang menyebutkan bahwa suku bunga saat ini berada pada level netral yang tidak mempengaruhi perekonomian secara signifikan.

Tantangan Geopolitik: Ketegangan AS-Venezuela Menambah Ketidakpastian Pasar

Sementara itu, ketegangan geopolitik, khususnya terkait dengan konflik AS-Venezuela, turut menambah ketidakpastian pasar. Peningkatan ketegangan ini berpotensi menambah volatilitas nilai tukar global. Investor juga menunggu data penggajian non-pertanian yang dirilis pada akhir pekan lalu, untuk mencari petunjuk lebih lanjut terkait arah kebijakan The Fed.

Dinamika Ekonomi Domestik: Cadangan Devisa Meningkat, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Positif

Di sisi domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar USD 156,5 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka USD 150,1 miliar. Kenaikan ini sebagian besar bersumber dari penerimaan pajak, penerbitan sukuk global pemerintah, serta pinjaman luar negeri yang ditarik oleh pemerintah Indonesia.

Optimisme Ekonomi Indonesia 2026: Proyeksi Tumbuh di Angka 5-6%

Pasar juga memperhatikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026. Beberapa lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 5%. Namun, Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis bahwa Indonesia bisa mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun ini.

Peluang dan Tantangan Bagi Rupiah: Proyeksi Melemah di Pekan Ini

Namun, meskipun ada optimisme domestik, ketidakpastian global yang berasal dari kebijakan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik dapat menambah tekanan pada rupiah. Dengan kondisi tersebut, investor dan pelaku pasar diperkirakan akan tetap waspada, dan pergerakan rupiah pada Senin ini cenderung mengalami pelemahan.

Sebagai catatan, fluktuasi harga energi global dan kebijakan moneter AS akan terus mempengaruhi stabilitas rupiah dalam jangka pendek. Jika tekanan dari faktor-faktor tersebut berlanjut, rupiah mungkin akan kesulitan untuk menguat dalam waktu dekat, meskipun beberapa indikator ekonomi domestik menunjukkan perbaikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index